Tampilkan postingan dengan label Tazkiyatun Nafs. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tazkiyatun Nafs. Tampilkan semua postingan
Tujuan Dakwah (Hindari Perpecahan)
Dakwah, BERTUJUAN untuk :
MENGAJAK ........ bukan ........ MENGEJEK
MENGAJAR ........ bukan ........ MENG-HAJR
MEMBINA ........ bukan ........ MENGHINA
MENCINTAI ........ bukan ........ MENCACI
MENASEHATI ........ bukan ........ MENUSUK HATI
MENGAJAK ........ bukan ........ MENGEJEK
MENGAJAR ........ bukan ........ MENG-HAJR
MEMBINA ........ bukan ........ MENGHINA
MENCINTAI ........ bukan ........ MENCACI
MENASEHATI ........ bukan ........ MENUSUK HATI
Jejak Salaf Dalam Mengisi Waktu
Al Hasan Al Bashri Rahimahullah berkata:
“Wahai, anak Adam. Engkau hanyalah hari-hari yang dikumpulkan. Setiap
satu hari pergi, sebagian dirimu juga pergi”. (Jami’ul ‘Ulum wal Hikam,
2/382)
Beberapa riwayat dari Salafush Shalih yang menunjukkan betapa fahamnya mereka terhadap kesempatan dan nilai waktu yang ada.
Beberapa riwayat dari Salafush Shalih yang menunjukkan betapa fahamnya mereka terhadap kesempatan dan nilai waktu yang ada.
Dari Mata Turun Ke Hati
Hati Berkata Kepada Mata
Hati berkata kepada mata, "Kaulah yang telah menyeretku kepada
kebinasaan dan menyebabkan penyesalan karena aku mengikutimu beberapa
saat saja. Kau lemparkan kerlingan matamu ke taman itu, kau mencari
kesembuhan dari kebun yang tidak sehat, kau salahi firman Allah,
'Hendaklah mereka menahan pandangannya', kau salahi sabda Rasulullah
Shallallahu Alaihi wa Sallam,
Kisah Istri Sholihah Yang Dimadu (Menakjubkan)
Dahulu di Baghdad ada seorang laki-laki
penjual kain yang kaya. Tatkala dia sedang berada di tokonya, datanglah
seorang gadis muda mencari-cari sesuatu yang hendak dibeli. Ketika
sedang berbicara, tiba-tiba gadis itu menyingkap wajahnya di sela-sela
perbincangan tersebut sehingga laki-laki terrebut terkesima dan berkata,
“Demi Allah, aku terpana dengan apa yang kulihat.”
Suamiku Hanya Memiliki Satu Pakaian Saja...!
Suamiku Hanya Memiliki Satu Pakaian Saja...! Jika aku mencuci pakaiannya, maka dia
berada di dalam kamarnya dalam keadaan telanjang hingga pakaiannya
kering...
Maslamah bin Abdul Malik mengisahkan:
Suatu hari saya masuk ke kamar Umar bin Abdul Aziz yang sedang sakit untuk menjenguknya. Saat itu, saya melihatnya memakai baju yang lusuh, maka akupun berkata kepada Fatimah (istrinya), "Hai Fatimah binti Abdul Malik...
Maslamah bin Abdul Malik mengisahkan:
Suatu hari saya masuk ke kamar Umar bin Abdul Aziz yang sedang sakit untuk menjenguknya. Saat itu, saya melihatnya memakai baju yang lusuh, maka akupun berkata kepada Fatimah (istrinya), "Hai Fatimah binti Abdul Malik...
Mengapa Doa Kita Tidak Pernah Dikabulkan...???
Bismillah,,,
Dikisahkan bahwa suatu hari, Ibrahim bin Ad-ham rahimahulloh melintas di pasar Bashrah, lalu orang-orang berkumpul mengerumuninya seraya berkata, “Wahai Abu Ishaq, apa sebab kami selalu berdoa namun tidak pernah dikabulkan.?”
Ia menjawab, “Karena hati kalian telah mati oleh 10 hal:
1. Kalian mengenal Allah tetapi tidak menunaikan hak-Nya.
2. Kalian mengaku cinta Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam tetapi meninggalkan sunnahnya.
3. Kalian membaca al-Qur’an tetapi tidak mengamalkannya.
Dikisahkan bahwa suatu hari, Ibrahim bin Ad-ham rahimahulloh melintas di pasar Bashrah, lalu orang-orang berkumpul mengerumuninya seraya berkata, “Wahai Abu Ishaq, apa sebab kami selalu berdoa namun tidak pernah dikabulkan.?”
Ia menjawab, “Karena hati kalian telah mati oleh 10 hal:
1. Kalian mengenal Allah tetapi tidak menunaikan hak-Nya.
2. Kalian mengaku cinta Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam tetapi meninggalkan sunnahnya.
3. Kalian membaca al-Qur’an tetapi tidak mengamalkannya.
"Berbicara Tentang Allah Tanpa Ilmu" Lebih Besar Dosanya Dari Dosa Syirik...
بـسم الله الرحمٰن الرحيم
Apa yang terjadi dalam ummat Islam akhir-akhir ini merupakan sebuah gambaran betapa kiamat semakin dekat. Aqidah semakin rusak, dan banyak sekali pertentangan-pertentangan dalam masalah syariat. Dengan dalih berfikir yang logis dan sesuai akal itu yang diterima.
Contoh pada saat ini adalah adanya aliran-aliran yang mengakui dirinya sebagai Ahlussunnah Wal Jama'ah yang dengan senang berbicara Agama tanpa Ilmu, bahkan tak tanggung-tanggung berbicara TENTANG ALLAH TANPA ILMU. Memang benar memahami ilmu agama merupakan kewajiban atas setiap muslim dan muslimah. Rasulullah Shallallohu ‘Alaihi wassallam bersabda:
Apa yang terjadi dalam ummat Islam akhir-akhir ini merupakan sebuah gambaran betapa kiamat semakin dekat. Aqidah semakin rusak, dan banyak sekali pertentangan-pertentangan dalam masalah syariat. Dengan dalih berfikir yang logis dan sesuai akal itu yang diterima.
Contoh pada saat ini adalah adanya aliran-aliran yang mengakui dirinya sebagai Ahlussunnah Wal Jama'ah yang dengan senang berbicara Agama tanpa Ilmu, bahkan tak tanggung-tanggung berbicara TENTANG ALLAH TANPA ILMU. Memang benar memahami ilmu agama merupakan kewajiban atas setiap muslim dan muslimah. Rasulullah Shallallohu ‘Alaihi wassallam bersabda:
Hijrah Nabi
Penulis : Al Ustadz Sa'ad Harits -Hafidzohullahu Ta'ala-
(Alumni Darul Hadits Ma'rib Yaman)
Hijrah Nabi adalah sebuah fenomena yang mengubah sejarah islam, yang membuat kaum kafir kalang kabut, begitu juga sebagai bentuk pertolongan Alloh dan benih kemenangan dakwah Nabi dan kaum Muslimin. Alloh berfirman: “Dan katakanlah (Muhammad): “Ya Tuhanku, masukkan aku ke tempat masuk yang benar dan keluarkan (pula) aku ke tempat keluar yang benar. Dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang dapat menolong(ku)” (Al-Isra’:80).
(Alumni Darul Hadits Ma'rib Yaman)
Hijrah Nabi adalah sebuah fenomena yang mengubah sejarah islam, yang membuat kaum kafir kalang kabut, begitu juga sebagai bentuk pertolongan Alloh dan benih kemenangan dakwah Nabi dan kaum Muslimin. Alloh berfirman: “Dan katakanlah (Muhammad): “Ya Tuhanku, masukkan aku ke tempat masuk yang benar dan keluarkan (pula) aku ke tempat keluar yang benar. Dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang dapat menolong(ku)” (Al-Isra’:80).
Jadwal Kajian Rutin Masjid Umar Bin Al Khoththob, Kartasura [Update Oktober 2011]
Jadwal Kajian Rutin Masjid Umar Bin Al Khoththob, Kartasura [Update Oktober 2011]
Daftarkan segera diri Anda untuk mengikuti Ma'had 'Ilmi yang akan diisi oleh Ustadz-ustadz Ahlussunnah bermanhaj Salaf, yang insya Allah akan di adakan setiap hari :
1. Hari Rabu :
- Waktu : Ba'da Maghrib - Selesai
- Pemateri : Ustadz Kholil Rusydi
- Materi : Syarh Arba'in An Nawawi
2. Hari Jum'at :
a. Jam 16.00 WIB (KHUSUS MUSLIMAH)
- Pemateri : Ust. Abu Musa
- Pekan I : Aqidah
- Pekan II : Fiqh
- Pekan III : Hadits / Tafsir
- Pekan IV : Tazkiyatun Nufus
- Pekan V : Kajian Tematik
Daftarkan segera diri Anda untuk mengikuti Ma'had 'Ilmi yang akan diisi oleh Ustadz-ustadz Ahlussunnah bermanhaj Salaf, yang insya Allah akan di adakan setiap hari :
1. Hari Rabu :
- Waktu : Ba'da Maghrib - Selesai
- Pemateri : Ustadz Kholil Rusydi
- Materi : Syarh Arba'in An Nawawi
2. Hari Jum'at :
a. Jam 16.00 WIB (KHUSUS MUSLIMAH)
- Pemateri : Ust. Abu Musa
- Pekan I : Aqidah
- Pekan II : Fiqh
- Pekan III : Hadits / Tafsir
- Pekan IV : Tazkiyatun Nufus
- Pekan V : Kajian Tematik
Sifat Puasa Nabi di Bulan Ramadhan
Di Ringkas dari kitab "Shifat Shaum Nabi Fii Ramadhan" Karya Syaikh Salim Al HIlali dan Syaikh Ali Hasan
1. Keutamaan Puasa
Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mu’min, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam keta`atannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu`, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. (Al Ahzab : 35)
Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mu’min, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam keta`atannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu`, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. (Al Ahzab : 35)
Nasihat Menjelang Ramadhan
(Oleh: Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Abdirrahman Baz rahimahullâh[1])
بِسْمِ ٱللهِ وَالْحَمْدُلِلَّهِ وَصَلَّى ٱللهُ عَلَى رَسُوْلِ ٱللهِ
وَعَلَى آلِهِ وَ أَصْحَابِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ ، أَمَّا بَعْدُ
وَعَلَى آلِهِ وَ أَصْحَابِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ ، أَمَّا بَعْدُ
Berkenaan dengan kehadiran bulan Ramadhân, saya menasehatkan kepada saudara-saudaraku kaum Muslimin dimanapun berada agar senantiasa bertakwa kepada Allâh Ta'âla, berlomba-lomba melakukan kebaikan, saling memberi nasehat dan sabar dalam menasehati, saling menolong dalam melakukan kebaikan, menjauhi semua perbuatan maksiat yang diharamkan oleh Allâh Ta'âla dimanapun dan kapanpun jua, terutama pada bulan Ramadhân. Karena bulan Ramadhân adalah bulan yang teramat mulia. Amalan-amalan shaleh di bulan ini dilipat-gandakan balasannya dan orang yang berpuasa dan melakukan qiyâmul lail (tarawih) dengan didasari iman dan mengharapkan pahala, dosa-dosanya akan dihapus oleh Allâh Ta'âla.
FIQH DA'WAH
oleh: Ustadz Abu Ubaidillah Ridhwan Al-Atsary
الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، ولا عدوان إلا على الظالمين، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، إله الأولين والآخرين، وقيوم السماوات والأرضين، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله وخليله وأمينه على وحيه، أرسله إلى الناس كافة بشيرا ونذيرا، وداعيا إلى الله بإذنه وسراجا منيرا، صلى الله عليه وعلى آله وأصحابه الذين ساروا على طريقته في الدعوة إلى سبيله، وصبروا على ذلك، وجاهدوا فيه حتى أظهر الله بهم دينه، وأعلى كلمته ولو كره المشركون، وسلم تسليما كثيرا أما بعد:
Secercah Nasihat 'Tuk Para Pemuda
Para pembaca, semoga Allah ‘azza wajallaselalu mencurahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua. Tidak diragukan lagi bahwa manusia yang memiliki fitrah yang suci pasti mencita-citakan kebahagiaan dan ketentraman dalam kehidupannya, terkhusus pada zaman sekarang yang penuh dengan fitnah. Sesuatu yang diharamkan Allah ‘azza wajalla dianggap sebagai sesuatu yang halal, perbuatan yang melanggar norma-norma agama dianggap sebagai hal yang lumrah dan wajar. Masyarakat pun bertambah hari semakin jauh dari bimbingan Allah ‘azza wajalla dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam. Sungguh dalam kondisi seperti ini seorang hamba sangat butuh dengan pertolongan Allah ‘azza wajalla.
Saudaraku seiman…
Merupakan fitrah yang telah Allah jadikan pada diri manusia bahwa kaum lelaki memiliki ketertarikan (kecintaan) kepada kaum wanita dan juga sebaliknya, Allah‘azza wajalla dalam Al-Qur’an menyatakan (artinya);
Dakwah Hikmah Syaikh Rabi' bin Hadi Al Madkhali
Syaikh Rabi' bin Hadi Al Madkhali Hafizhahullah mengisahkan pengalaman dakwah beliau di Negeri Sudan,
"Sesampainya saya di Bandara Sudan, saya disambut oleh para pemuda Jama'ah Anshar As Sunnah. Mereka memberi masukan,
"Ya syaikh, bolehkah kami menyampaikan beberapa saran kepada anda?".
"Silahkan" kataku.
Mereka berkata, "Wahai Syaikh, silahkan anda berceramah sekehendak anda dengan (mengutip) firman Allah dan sabda Nabi-NYA, tidak mengapa engkau sebutkan berbagai jenis bid'ah dan kesesatannya, baik kaitannya dengan doa kepada selain Allah, menyembelih, Nadzar atau Istighotsah kepada selain-Nya. Namun sebaiknya engkau tidak menyinggung tarekat tertentu atau syaikh fulan! Jangan sampai engkau mengatakan bahwa tarekat Tijaniyyah atau Bathiniyyah sesat. Jangan pula kau mencaci tokoh-tokohnya.
"Sesampainya saya di Bandara Sudan, saya disambut oleh para pemuda Jama'ah Anshar As Sunnah. Mereka memberi masukan,
"Ya syaikh, bolehkah kami menyampaikan beberapa saran kepada anda?".
"Silahkan" kataku.
Mereka berkata, "Wahai Syaikh, silahkan anda berceramah sekehendak anda dengan (mengutip) firman Allah dan sabda Nabi-NYA, tidak mengapa engkau sebutkan berbagai jenis bid'ah dan kesesatannya, baik kaitannya dengan doa kepada selain Allah, menyembelih, Nadzar atau Istighotsah kepada selain-Nya. Namun sebaiknya engkau tidak menyinggung tarekat tertentu atau syaikh fulan! Jangan sampai engkau mengatakan bahwa tarekat Tijaniyyah atau Bathiniyyah sesat. Jangan pula kau mencaci tokoh-tokohnya.
Sudah Siapkah Kita Bila Ajal Tiba ? (2)
“Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan, ‘Sesungguhnya saya bertaubat sekarang’.” (An Nisa’ : 17-18)
“Dan datanglah skaratul maut yang sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya.” (Qaaf: 19)
Wasiat Emas Bagi Pengikut Manhaj Salaf
Oleh :
Abu Abdillah Ahmad bin Muhammad asy-Syihhi -Hafidhahullahu-
Alih Bahasa :
Abu Abdirrahman assalafy, Lc.
بسم الله الرحمن الرحيم
Ucapan terima kasih dan penghormatan
Saya ucapkan rasa terima kasih kepada Fadhilatusy Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali atas kesediaan beliau untuk aku membacakan buku ini padanya, serta atas nasehat beliau yang berharga dalam hal ini. Sebagaimana juga aku berterima kasih kepada Syaikh Abdul Malik Ramadhani atas kesediaan beliau dalam meneliti buku ini dan mengoreksinya.
Madzhab Ahlussunnah Wal Jama'ah Secara Ijma / Global Mengenai Shifat-Shifat Allah
Ahlus Sunnah wal Jama'ah menetapkan sifat-sifat Allah Ta'ala, tanpa ta'thil, tamtsil, tahrif, dan takyif[1]. Mereka mempercayainya sebagaimana tersebut dalam nash Al-Qur'an dan Al-Hadits.
[1]. Tahrif
Tahrif secara bahasa berarti merubah dan mengganti. Menurut pengertian syar'i berarti: merubah lafazh Al-Asma'ul Husna dan Sifat-sifat-Nya Yang Maha Tinggi, atau makna-maknanya. Tahrif ini dibagi menjadi dua:
Pertama:
Tahrif dengan cara menambah, mengurangi, atau merubah bentuk lafazh. Contohnya adalah ucapan kaum Jahmiyah, dan orang-orang yang mengikuti pemahaman mereka,
[1]. Tahrif
Tahrif secara bahasa berarti merubah dan mengganti. Menurut pengertian syar'i berarti: merubah lafazh Al-Asma'ul Husna dan Sifat-sifat-Nya Yang Maha Tinggi, atau makna-maknanya. Tahrif ini dibagi menjadi dua:
Pertama:
Tahrif dengan cara menambah, mengurangi, atau merubah bentuk lafazh. Contohnya adalah ucapan kaum Jahmiyah, dan orang-orang yang mengikuti pemahaman mereka,
Metode Ahlussunnah Wa Jama'ah Dalam Meniadakan dan Menetapkan Asma' dan Shifat Bagi Allah
Ahlus Sunnah wal Jama'ah menetapkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah untuk diri-Nya secara tafshil, dengan landasan firman Allah :
وَهُوَ السَّمِيعُ البَصِيرُ
"Artinya : Dan Dia Maha Mendengar dan Maha Melihat." [Asy-Syura : 11]
Karena itu, semua nama dan sifat yang telah ditetapkan oleh Allah bagi diri-Nya atau oleh Rasulullah Sallallahu alaihi wassalam, mereka tetapkan untuk Allah, sesuai dengan keagungan sifat-Nya. Sebaliknya, Ahlus Sunnah wal Jama'ah menafikan apa yang telah dinafikan oleh Allah dari diri-Nya, atau oleh rasul-Nya,
Karena itu, semua nama dan sifat yang telah ditetapkan oleh Allah bagi diri-Nya atau oleh Rasulullah Sallallahu alaihi wassalam, mereka tetapkan untuk Allah, sesuai dengan keagungan sifat-Nya. Sebaliknya, Ahlus Sunnah wal Jama'ah menafikan apa yang telah dinafikan oleh Allah dari diri-Nya, atau oleh rasul-Nya,
Sudah Siapkah Kita Bila Ajal Tiba ? (1)
Ada cerita mengenai orang-orang terdahulu, seseorang diantara mereka bertanya, "Maukah engkau mati sekarang?" Temannya menjawab, "Tentu tidak." Lalu ditanyakan lagi kepadanya, "Kenapa?" Jawabnya, "Saya belum bertaubat dan berbuat kebajikan." Selanjutnya dikatakan kepada orang itu, "Kerjakanlah sekarang!" Ia menjawab, "Nanti saya akan lakukan." Demikianlah ia selalu berkata, "Nanti dan nanti," Sehingga akhirnya ia meninggal dunia tanpa sempat bertaubat dan melakukan perbuatan baik. Saya yakin engkau tidak mau berakhir seperti ini. Jadi,
"Lakukanlah bagi dirimu taubat dengan penuh pengharapan
Sebelum kematian dan sebelum dikuncinya lisan
Cepatlah bertaubat sebelum jiwa ditutup
Taubat itu simpanan bagi pelaku kebaikan."
Ingatlah wahai saudaraku, keadaanmu di saat engkau merasakan pedihnya sakaratul maut, yang pada saat menghadapinya demi Allah, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam sebagai makhluk yang paling dicintai Allah bersabda, "Tiada sesembahan yang berhak diibadahi melainkan Allah sesungguhnya dalam kematian itu terdapat rasa kesakitan." [HR. Bukhari]
Bayangkan wahai saudaraku, engkau berada di hadapan kematian ini. Malaikat maut tepat berada di atas kepalamu. Nafasmu tersengal, hatimu bergetar, nyawamu meregang, mulutmu terkunci, anggota badanmu lemas, lehermu berkeringat, matamu terbelalak, pintu taubat telah tertutup untukmu, dahimu berkeringat, di sekitarmu penuh dengan tangisan dan suara rintihan, sedang kau dalam kesedihan yang mendalam, tiada yang dapat menyelamatkan dan menghindarkanmu darinya. Engkau saksikan peristiwa mengerikan itu setelah sebelumnya kenikmatan dan kesenangan yang kau rasakan. Telah datang kepadamu ketentuan Allah, lalu nyawamu diangkat kelangit. Kebahagian atau kesengsaraankah yang akan kau dapat? Jawaban atas pertanyaan itu mari kita lihat di surat Al Waqi'ah ayat 82-96.
Suatu ketika Khalifah Harun Al Rasyid memenuhi majlisnya dengan berbagai makanan dan perhiasan, lalu beliau menghadirkan Abu Al Atahiyah (Penyair ternama di masanya) dan berkata kepadanya, "Ungkapkan pada kami kenikmatan dunia yang telah kami peroleh." Ia menjawab, "Hiduplah dengan sesuka hatimu dalam naungan istana yang tinggi." Al Rasyid berkata, "Bagus, lalu apalagi?" Ia menjawab, "Kenikmatan menjadikan berlari dihadapan pergantian siang dan malam." Al Rasyid berkata, "Bagus. Lalu apa selanjutnya?" Ia menjawab,
"Jika nyawamu telah meregang
di hadapan hati yang bergetar,
saat itu kamu akan tahu dengan pasti
bahwa selama ini kamu terpedaya."
Lalu menangislah Khalifah Harun Al Rasyid. Salah seorangpejabatnya berkata kepada Abu Al Atahiyah, "Engkau dipanggilke sini oleh Amirul Mukminin untuk menghibur hatinya, akan tetapi engkau menjadikannya sedih." Harun Al Rasyid berkata, "Biarkanlah ia, sesungghnya ia melihat kita dalam kebutaan, dan ia tidak ingin kita semua buta."
Benar wahai saudaraku, cukuplah kematian sebagai nasehat, cukuplah kematian menjadikan hati bersedih, menjadikan mata menangis, perpisahan dengan orang-orang tercinta penghilang segala kanikmatan, pemutus segala cita-cita.
Suatu hari Hasan Al Bashri ditanya, "Apa yang kami lakukan? Kami senantiasa mempergauli kaum yang menakut-nakuti kami, hingga hati kami selalu khawatir?" Ia menjawab, "Demi Allah, jika engkau berkawan dengan kaum yang selalu menakut-nakutimu hingga engkau merasa aman jauh lebih baik daripadamempersgauli kaum yang selalu menentramkanmu, hingga engkau merasa takut."
Renungan kita kali ini mengenai ayat yang agung yang kadang menjadikan orang yang yang membacanya menjadi tergidik ketakutan. Namun baransiapa mempersiapkan diri untuknya, Insya Allah ia akan selamat. Yaitu sebuah ayat, yang seandainya diturunkan kepada gunung, niscaya gunung tersebut akan bergetar. Sebuah ayat yang setiap kali terdengar, telinga segera menyimaknya. Sebuah ayat yang setiap kali dibaca, mata menjadi berkaca-kaca. Setiap kali dicerna, hati akan menjadi takut.
Sebuah ayat, yang setiap kali dipahami oleh orang yang lalai membuatnya bertaubat. Seyiap kali diperhatikan oleh orang yang berpaling menjadikannya segera kembali kepada Allah dan meminta ampunanNya.
Sebuah ayat yang menceritakan tentang perjalanan, kepergian, sebuah perjalanan yang berat. Ayat tersebut adalah firman Allah 'Aza wa Jalla,
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ
"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat saja;ah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan."[Ali Imran: 185]
Memang wahai saudaraku...! perjalanann ini adalah menuju akhirat. Suatu perjalanan yang kita memohon kepada Allah agar tujuan akhirnya adalah surga, bukan neraka.
Karena keagungan perjalanan ini, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis." [Muttafaq 'Alaih]
Maksudnya jika kita mengetahui hakikat kematian dan kedahsyatannya, alam kubur dan kegelapannya, hari kiamat dan segala kesedihannya, Shirath (titian) dan segala rintangannya, kemudian jika kita memperhatikan surga dan segala kenikmatannya, neraka dan kobaran apinya, niscaya keadaan kita akan segera berubah. Akan tetapi terkadang kita lupa atau pura-pura lupa dengan perjalanan tersebut dan malah memilih dunia ini yang nilainya di sisi Allah tidak lebih dari sehelai sayap Nyamuk.
Wahai orang-orang yang tertipu oleh dunianya, wahai orang yang berpaling dari Allah, wahai orang yang lengah dari ketaatan pada Rabbnya, wahai orang-orang yang setiap kali dinasehati hawa nafsunya menolak nasehat ini, wahai orang-orang yang dilalaikan oleh nafsunya, dan tertipu oleh angan-angan panjangnya.
Pernahkah engkau memikirkan saat-saat kematian sedangkan engkau tetap dalam keadaanmu semula? Tahukah kamu apa yang akan terjadi pada dirimu di saat kematianmu?
Tentu saat itu engkau akan mengucapkan Laa ilaaha illallah, tiada sesembahan yang berhak diibadahi melainkan Allah. Tidak mungkin wahai saudaraku, jika engkau masih tetap lalai dan berpaling dari kebenaran hingga tiba saat-saat kematianmu. tentu engkau tidak akan mampu mengucapkannya, bahkan kamu akan berharap untuk dihidupkan kembali. (lihat Al Mu'minun: 99-100).




























 
 



