Dari Mata Turun Ke Hati
Hati Berkata Kepada Mata
Hati berkata kepada mata, "Kaulah yang telah menyeretku kepada
kebinasaan dan menyebabkan penyesalan karena aku mengikutimu beberapa
saat saja. Kau lemparkan kerlingan matamu ke taman itu, kau mencari
kesembuhan dari kebun yang tidak sehat, kau salahi firman Allah,
'Hendaklah mereka menahan pandangannya', kau salahi sabda Rasulullah
Shallallahu Alaihi wa Sallam,
Kisah Istri Sholihah Yang Dimadu (Menakjubkan)
Dahulu di Baghdad ada seorang laki-laki
penjual kain yang kaya. Tatkala dia sedang berada di tokonya, datanglah
seorang gadis muda mencari-cari sesuatu yang hendak dibeli. Ketika
sedang berbicara, tiba-tiba gadis itu menyingkap wajahnya di sela-sela
perbincangan tersebut sehingga laki-laki terrebut terkesima dan berkata,
“Demi Allah, aku terpana dengan apa yang kulihat.”
Poligami Sunnah atau Jaiz (dibolehkan)...???
Apakah Disunnahkan poligami dalam Islam ?
Allah Ta’ala berfirman:
وَإِنْ
خِفْتُمْ أَلَّا تُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَى فَانْكِحُوا مَا طَابَ
لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَى وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ فَإِنْ خِفْتُمْ
أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ذَلِكَ
أَدْنَى أَلَّا تَعُولُوا
Dan jika kamu takut tidak
akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim
(bilamana kamu mengawininya), Maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang
kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak
akan dapat berlaku adil [265], Maka (kawinilah) seorang saja [266],
atau budak-budak yang kamu miliki. yang demikian itu adalah lebih dekat
kepada tidak berbuat aniaya. [QS. An Nisa’ : 4]
Ketika Orangtua Justru Durhaka Kepada Anaknya
Ketika Orangtua Justru Durhaka kepada Anaknya
Kita banyak mnemukan anak yg Ingkar kpd Orgtuanya bahkan jengkel kepada mereka jk tdk prnah sjalan dg kemauan orangtua. Jk anak tdk mengerjakan perintah, otak kita yg telah terisi oleh akumulasi ilmu pengetahuan agama sejak anak2 dulu hingga skrg mjd orangtua, mgkn lgsg mmberikan perintah kpd tangan untk memukul & mulut untuk mgucapkan kata2 makian..., celaan & umpatan. Kondisi ini perlu diwaspadai bila tindakan & ucapan dr perintah otak itu sdh turun ke hati & mjd sebuah keyakinan lalu memunculkan sebuah kesimpulan, bahwa sang anak tlh durhaka kpd orangtua. Semoga tdk trjadi pd kita.
Kita banyak mnemukan anak yg Ingkar kpd Orgtuanya bahkan jengkel kepada mereka jk tdk prnah sjalan dg kemauan orangtua. Jk anak tdk mengerjakan perintah, otak kita yg telah terisi oleh akumulasi ilmu pengetahuan agama sejak anak2 dulu hingga skrg mjd orangtua, mgkn lgsg mmberikan perintah kpd tangan untk memukul & mulut untuk mgucapkan kata2 makian..., celaan & umpatan. Kondisi ini perlu diwaspadai bila tindakan & ucapan dr perintah otak itu sdh turun ke hati & mjd sebuah keyakinan lalu memunculkan sebuah kesimpulan, bahwa sang anak tlh durhaka kpd orangtua. Semoga tdk trjadi pd kita.
Bagaimana Mencukur Kumis Sesuai Sunnah...???
Mencukur
kumis adalah 1 dari 5 atau dalam riwayat Muslim, Ahmad, Nasaai,
Tirmidzy dr jln ‘Aaisyah رَضِيَ اللهُ عَنْهَا bahwa 10 dari kategori
sunnatul fithroh(sunnah2 yg di usung oleh para Nabi) selain memelihara
janggut, siwaak, memasukkan air ke dlm hidung (istinsyaaq), memotong
kuku, membasuh lipatan-lipatan jari jemari/anggota badan lainnya yang
berlipat, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu2 kemaluan, istinjaa’,
berkumur2.
Suamiku Hanya Memiliki Satu Pakaian Saja...!
Suamiku Hanya Memiliki Satu Pakaian Saja...! Jika aku mencuci pakaiannya, maka dia
berada di dalam kamarnya dalam keadaan telanjang hingga pakaiannya
kering...
Maslamah bin Abdul Malik mengisahkan:
Suatu hari saya masuk ke kamar Umar bin Abdul Aziz yang sedang sakit untuk menjenguknya. Saat itu, saya melihatnya memakai baju yang lusuh, maka akupun berkata kepada Fatimah (istrinya), "Hai Fatimah binti Abdul Malik...
Maslamah bin Abdul Malik mengisahkan:
Suatu hari saya masuk ke kamar Umar bin Abdul Aziz yang sedang sakit untuk menjenguknya. Saat itu, saya melihatnya memakai baju yang lusuh, maka akupun berkata kepada Fatimah (istrinya), "Hai Fatimah binti Abdul Malik...
Mengapa Doa Kita Tidak Pernah Dikabulkan...???
Bismillah,,,
Dikisahkan bahwa suatu hari, Ibrahim bin Ad-ham rahimahulloh melintas di pasar Bashrah, lalu orang-orang berkumpul mengerumuninya seraya berkata, “Wahai Abu Ishaq, apa sebab kami selalu berdoa namun tidak pernah dikabulkan.?”
Ia menjawab, “Karena hati kalian telah mati oleh 10 hal:
1. Kalian mengenal Allah tetapi tidak menunaikan hak-Nya.
2. Kalian mengaku cinta Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam tetapi meninggalkan sunnahnya.
3. Kalian membaca al-Qur’an tetapi tidak mengamalkannya.
Dikisahkan bahwa suatu hari, Ibrahim bin Ad-ham rahimahulloh melintas di pasar Bashrah, lalu orang-orang berkumpul mengerumuninya seraya berkata, “Wahai Abu Ishaq, apa sebab kami selalu berdoa namun tidak pernah dikabulkan.?”
Ia menjawab, “Karena hati kalian telah mati oleh 10 hal:
1. Kalian mengenal Allah tetapi tidak menunaikan hak-Nya.
2. Kalian mengaku cinta Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam tetapi meninggalkan sunnahnya.
3. Kalian membaca al-Qur’an tetapi tidak mengamalkannya.
Bagaimana Syaikh Muqbil Mendidik Putri Beliau....???
Pernahkan membaca buku Nasehati lin Nisa? Buku yang telah
diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul Nasehatku bagi Para
Wanita ini ditulis oleh seorang aalimah (ulama wanita) dari negeri
Yaman yang bernama Ummu Abdillah Al-Wadi’iyah. Beliau hafizhahallah
adalah putri dari ulama ahlul hadits di masa kita, yaitu Asy-Syaikh
Muqbil bin Hadi Al-Wad’I rahimahullah.Ummu Abdillah adalah seorang
aalimah yang memiliki banyak keutamaan. Menurut Al-Ustadz Muhammad
Barmim dalam biografi Syaikh Muqbil, Ummu Abdillah mengajar di madrasah
nisa’ (khusus wanita) dan memiliki beragam karya tulis ilmiyah. Di
antaranya:
"Berbicara Tentang Allah Tanpa Ilmu" Lebih Besar Dosanya Dari Dosa Syirik...
بـسم الله الرحمٰن الرحيم
Apa yang terjadi dalam ummat Islam akhir-akhir ini merupakan sebuah gambaran betapa kiamat semakin dekat. Aqidah semakin rusak, dan banyak sekali pertentangan-pertentangan dalam masalah syariat. Dengan dalih berfikir yang logis dan sesuai akal itu yang diterima.
Contoh pada saat ini adalah adanya aliran-aliran yang mengakui dirinya sebagai Ahlussunnah Wal Jama'ah yang dengan senang berbicara Agama tanpa Ilmu, bahkan tak tanggung-tanggung berbicara TENTANG ALLAH TANPA ILMU. Memang benar memahami ilmu agama merupakan kewajiban atas setiap muslim dan muslimah. Rasulullah Shallallohu ‘Alaihi wassallam bersabda:
Apa yang terjadi dalam ummat Islam akhir-akhir ini merupakan sebuah gambaran betapa kiamat semakin dekat. Aqidah semakin rusak, dan banyak sekali pertentangan-pertentangan dalam masalah syariat. Dengan dalih berfikir yang logis dan sesuai akal itu yang diterima.
Contoh pada saat ini adalah adanya aliran-aliran yang mengakui dirinya sebagai Ahlussunnah Wal Jama'ah yang dengan senang berbicara Agama tanpa Ilmu, bahkan tak tanggung-tanggung berbicara TENTANG ALLAH TANPA ILMU. Memang benar memahami ilmu agama merupakan kewajiban atas setiap muslim dan muslimah. Rasulullah Shallallohu ‘Alaihi wassallam bersabda:
Syarat Tauhid Kepada Allah
Kalimat tauhid mempunyai keutamaan yang sangat agung. Dengan kalimat tersebut seseorang akan dapat masuk surga dan selamat dari api neraka. Sehingga dikatakan kalimat tauhid merupakan kunci surga. Barangsiapa yang akhir kalimatnya adalah لا إله إلا الله maka dia termasuk ahlul jannah (penghuni surga).
Namun sebagaimana dikatakan dalam kitab Fathul Majid (Syaikh Abdurrahman Alu Syaikh) bahwa setiap kunci memiliki gigi-gigi. Dan tanpa gigi-gigi tersebut tidak dapat dikatakan kunci dan tidak bisa dipakai untuk membuka. Gigi-gigi pada kunci surga tersebut adalah syarat-syarat لا إله إلا الله. Barang siapa memenuhi syarat-syarat tersebut dia akan mendapatkan surga, sedangkan barangsapa yang tidak melengkapinya maka ucapannya hanya igauan tanpa makna.
Namun sebagaimana dikatakan dalam kitab Fathul Majid (Syaikh Abdurrahman Alu Syaikh) bahwa setiap kunci memiliki gigi-gigi. Dan tanpa gigi-gigi tersebut tidak dapat dikatakan kunci dan tidak bisa dipakai untuk membuka. Gigi-gigi pada kunci surga tersebut adalah syarat-syarat لا إله إلا الله. Barang siapa memenuhi syarat-syarat tersebut dia akan mendapatkan surga, sedangkan barangsapa yang tidak melengkapinya maka ucapannya hanya igauan tanpa makna.




















