7 Tipe Wanita Yang Sering Diceraikan
Di dunia ini ada berbagai tipe wanita. Istri yang baik atau wanita shalihah, adalah harta simpanan yang terbaik bagi seorang suami.
Rasulullah bersabda "Maukah kamu kuberitahu suatu harta simpanan (perhiasan) yang sangat baik? Yaitu wanita shalihah, ang apabila kamu melihatnya, ia menyenangkan. Apabila kamu perintah, dia patuh. Dan apabila ditiggal pergi, dia selalu menjaga diri dan harta suaminya" (Riwayat Abu Dawud)
Di Buka Pendaftaran Bahasa Arab (Pemula dan Lanjutan)
Daftarkan Segera !!!
Belajar Bahasa Arab Untuk Pemula dan Lanjutan
Umum Khusus Putra
Membahasa : Kitab Muyassar dan Shorof
Insya Allah Setiap hari Senin, Rabu dan Jum'at
Pukul 20.00 WIB - Selesai
Tempat : Masjid Umar bin Khoththob, Jl. Amarta Raya Ngabeyan Kartasura (samping RS. Karima Utama)
Pendaftaran : mulai Tanggal 1-28 Februari 2011
Biaya Pendaftaran + Kitab : Rp. 30.000,00
Penyelenggara :
TAKMIR MASJID UMAR BIN KHOTHTHOB KARTASURA
Informasi : 081 915 327 292 (Ustadz Abu Azhar)
Belajar Bahasa Arab Untuk Pemula dan Lanjutan
Umum Khusus Putra
Membahasa : Kitab Muyassar dan Shorof
Insya Allah Setiap hari Senin, Rabu dan Jum'at
Pukul 20.00 WIB - Selesai
Tempat : Masjid Umar bin Khoththob, Jl. Amarta Raya Ngabeyan Kartasura (samping RS. Karima Utama)
Pendaftaran : mulai Tanggal 1-28 Februari 2011
Biaya Pendaftaran + Kitab : Rp. 30.000,00
Penyelenggara :
TAKMIR MASJID UMAR BIN KHOTHTHOB KARTASURA
Informasi : 081 915 327 292 (Ustadz Abu Azhar)
Kajian Rutin Masjid Umar Bin Khoththob Kartasura Solo
**KAJIAN HARIAN**
# Senin :
- Ba'da Maghrib : Tahsin (Ust. Nanang)
- Jam 20.00 WIB - Selesai : Bahasa Arab 2 Halaqoh (Ust. Abu Abdirrahman dan Ust. Abu Azhar)
# Selasa :
- Ba'da Maghrib : Kajian Kitab Fiqh (Ust. Abu Abdirrahman)
- Jam 20.00 WIB - Selesai : Bahasa Arab LBAS (Ust. Abu Abdirrahman)
# Senin :
- Ba'da Maghrib : Tahsin (Ust. Nanang)
- Jam 20.00 WIB - Selesai : Bahasa Arab 2 Halaqoh (Ust. Abu Abdirrahman dan Ust. Abu Azhar)
# Selasa :
- Ba'da Maghrib : Kajian Kitab Fiqh (Ust. Abu Abdirrahman)
- Jam 20.00 WIB - Selesai : Bahasa Arab LBAS (Ust. Abu Abdirrahman)
Kajian Umum dan Bedah Buku [Klaten, 5 Maret 2011]
Hadirilah !!…
KAJIAN UMUM & BEDAH BUKU
“Membongkar Dunia KLENIK & PERDUKUNAN Berkedok Karomah”
UNTUK UMUM : PUTRA & PUTRI
:: Bersama
Ustadz Abu Ahmad Zainal Abidin, Lc.
KAJIAN UMUM & BEDAH BUKU
“Membongkar Dunia KLENIK & PERDUKUNAN Berkedok Karomah”
UNTUK UMUM : PUTRA & PUTRI
:: Bersama
Ustadz Abu Ahmad Zainal Abidin, Lc.
Jadwal Kajian Rutin Masjid Kampus 2 UMS
Hadirilah.......!!!
Kajian Rutin di Masjid Kampus 2 UMS (Universitas Muhammadiyah Surakarta)
.
Insya Allah diadakan :
Setiap hari Selasa dan Kamis Pukul 16.00 – 17.00 WIB
Di Masjid Ulil Albab Kampus 2 UMS, Pabelan, Kartasura, Solo
1. Selasa pekan ke-1 & 3
- Materi : " Kitab Nikah Al Wajiz"
- Pemateri : Ustadz Abu Ziyad
2. Selasa pekan ke-2
- Materi : " Fiqh Ibadah Al Wajiz"
- Pemateri : Ustadz Abu Abdirrahman Munawwar
Kajian Rutin di Masjid Kampus 2 UMS (Universitas Muhammadiyah Surakarta)
.
Insya Allah diadakan :
Setiap hari Selasa dan Kamis Pukul 16.00 – 17.00 WIB
Di Masjid Ulil Albab Kampus 2 UMS, Pabelan, Kartasura, Solo
1. Selasa pekan ke-1 & 3
- Materi : " Kitab Nikah Al Wajiz"
- Pemateri : Ustadz Abu Ziyad
2. Selasa pekan ke-2
- Materi : " Fiqh Ibadah Al Wajiz"
- Pemateri : Ustadz Abu Abdirrahman Munawwar
Apa Yang Mereka Dendamkan Terhadap Negeri Haramain?
Oleh : Syaikh Muhammad Musa Al-Nasr hafizhahullah
Banyak sekali orang yang dengki dan dendam dengan biladul haramain (negeri dua tanah suci) Kerajaan Arab Saudi. Mereka mencela dan menghujatnya dikarenakan pemerintah yang menjalankan negeri ini adalah suatu kaum yang mereka sebut dengan nama ”Wahhabi”.
Tentu saja mereka merasa dendam, dengki dan marah kepada Wahhabi, karena mereka tidak bisa tenang melaksanakan kesesatan dan kebid’ahannya apabila dakwah wahabiyah ini masih ada. Untuk menciptakan tanfir (larinya manusia dari kebenaran), mereka membuat istilah-istilah bid’ah, menyematkan istilah Wahhabi kepada siapa saja yang menyerukan tauhid murni, tidak hanya sampai di sana, mereka fitnah dan buat kedustaan atas negeri ini.
Malam Dan Siang Hanyalah Sebuah Perjalanan
Oleh : Abdul Malik bin Muhammad al-Qasim
Saudaraku semuslim…
Malam dan siang hanyalah sebuah perjalanan yang selalu dilalui oleh setiap insan, dia melewatinya selangkah demi selangkah sehingga sampai pada akhir sebuah perjalanan. Jika Anda bisa mempersembahkan sebuah perbekalan pada setiap langkah tersebut, maka lakukanlah, karena tidak lama lagi perjalanan ini akan berakhir, bahkan dia berlari dengan lebih cepat dari yang engkau bayangkan. Maka bekalilah dirimu dalam perjalanan ini dan lakukanlah kewajibanmu, seakan-akan engkau sedang ada dalam perjalanan yang banyak mengandung bahaya para perampok.
Seorang Salaf menulis surat kepada saudaranya (yang isinya), “Wahai saudaraku, engkau berkhayal bahwa engkau selamanya berada di dunia, akan tetapi sebenarnya engkau ada dalam sebuah perjalanan. Engkau digiring dengan cepat, kematian datang menghadangmu, sedangkan dunia telah menggulung tikarnya di belakangmu, umurmu yang telah berlalu sama sekali tidak akan kembali.”[Jaami’ul ‘Uluum wal Hikam, hal. 381]
Saudaraku semuslim…
Malam dan siang hanyalah sebuah perjalanan yang selalu dilalui oleh setiap insan, dia melewatinya selangkah demi selangkah sehingga sampai pada akhir sebuah perjalanan. Jika Anda bisa mempersembahkan sebuah perbekalan pada setiap langkah tersebut, maka lakukanlah, karena tidak lama lagi perjalanan ini akan berakhir, bahkan dia berlari dengan lebih cepat dari yang engkau bayangkan. Maka bekalilah dirimu dalam perjalanan ini dan lakukanlah kewajibanmu, seakan-akan engkau sedang ada dalam perjalanan yang banyak mengandung bahaya para perampok.
Seorang Salaf menulis surat kepada saudaranya (yang isinya), “Wahai saudaraku, engkau berkhayal bahwa engkau selamanya berada di dunia, akan tetapi sebenarnya engkau ada dalam sebuah perjalanan. Engkau digiring dengan cepat, kematian datang menghadangmu, sedangkan dunia telah menggulung tikarnya di belakangmu, umurmu yang telah berlalu sama sekali tidak akan kembali.”[Jaami’ul ‘Uluum wal Hikam, hal. 381]
Akhir Kesudahan Ahlul Bid'ah
Oleh : Syaikh Muhammad Musa Alu An-Nasr
Abu Musa Al As’ari Radhiyallahu 'anhu memasuki masjid Kufah, lalu didapatinya di masjid tersebut terdapat sejumlah orang membentuk halaqah-halaqah (duduk berkeliling). Pada setiap halaqah terdapat seorang Syaikh, dan didepan mereka ada tumpukan kerikil, lalu Syaikh tersebut menyuruh mereka (yang duduk di halaqah) : “Bertasbihlah (ucapkan subhanallah) seratus kali!”, lalu mereka pun bertasbih (menghitung) dengan kerikil tersebut. Lalu Syaikh itu berkata kepada mereka lagi : “Bertahmidlah (ucapkan alhamdulillah) seratus kali!” dan demikianlah seterusnya …
Maka Abu Musa Radhiyallahu 'anhu mengingkari hal itu dalam hatinya dan ia tidak mengingkari dengan lisannya. Hanya saja ia bersegera pergi dengan berlari kecil menuju rumah Abdullah bin Mas’ud, lalu iapun mengucapkan salam kepada Abdullah bin Mas’ud, dan Abdullah bin mas’ud pun membalas salamnya. Berkatalah Abu Musa kepada Abu Mas’ud : “Wahai Abu Abdurrahman, sungguh baru saja saya memasuki masjid, lalu aku melihat sesuatu yang aku mengingkarinya, demi Allah tidaklah saya melihat melainkan kebaikan. Lalu Abu Musa menceritakan keadaan halaqah dzikir tersebut.
Abu Musa Al As’ari Radhiyallahu 'anhu memasuki masjid Kufah, lalu didapatinya di masjid tersebut terdapat sejumlah orang membentuk halaqah-halaqah (duduk berkeliling). Pada setiap halaqah terdapat seorang Syaikh, dan didepan mereka ada tumpukan kerikil, lalu Syaikh tersebut menyuruh mereka (yang duduk di halaqah) : “Bertasbihlah (ucapkan subhanallah) seratus kali!”, lalu mereka pun bertasbih (menghitung) dengan kerikil tersebut. Lalu Syaikh itu berkata kepada mereka lagi : “Bertahmidlah (ucapkan alhamdulillah) seratus kali!” dan demikianlah seterusnya …
Maka Abu Musa Radhiyallahu 'anhu mengingkari hal itu dalam hatinya dan ia tidak mengingkari dengan lisannya. Hanya saja ia bersegera pergi dengan berlari kecil menuju rumah Abdullah bin Mas’ud, lalu iapun mengucapkan salam kepada Abdullah bin Mas’ud, dan Abdullah bin mas’ud pun membalas salamnya. Berkatalah Abu Musa kepada Abu Mas’ud : “Wahai Abu Abdurrahman, sungguh baru saja saya memasuki masjid, lalu aku melihat sesuatu yang aku mengingkarinya, demi Allah tidaklah saya melihat melainkan kebaikan. Lalu Abu Musa menceritakan keadaan halaqah dzikir tersebut.
Harapan Syaikh Rabi' bin Hadi Al Madkhaly
Oleh : Syaikh Rabi' bin Hadi Al-Madkhaly
Pertanyaan.
Syaikh Rabi bin Hadi Al-Madkhaly ditanya : "Berkaitan dengan pengikut ahli bid'ah, apakah pada mereka berlaku boikot (tahdzir) ?"
Jawaban.
Satu hal yang berlaku untuk mereka sebenarnya adalah mengajari mereka, ikhwah, jangan terburu-buru, ajari mereka, dan jelaskan kepada mereka, sebenarnya banyak diantara mereka yang menginginkan kebaikan, bahkan kaum sufi sekalipun, Demi Allah jika ada usaha kuat dari salafiyyin dalam berdakwah, kamu akan melihat mereka akan mengikuti salafiyyah baik berkelompok ataupun perorangan dengan demikian, jangan menjadikan prinsipmu hanya untuk mentahdzir...tahdzir..... tahdzir, sehingga pondasi (dakwah) mu hanyalah tahdzir !, pondasi yang sebenarnya adalah mengajak dan mengajarkan kaum ini kedalam kebenaran, persoalan tahdzir ini kadangkala telah disalah fahami, jika kamu mentahdzir semua orang, lantas siapakah yang akan mengikuti sunnah ?..
Tahdzir yang demikian sesungguhnya berlaku di zaman Imam Ahmad, ketika ummat ini penuh dengan salafiyyin, sehingga ketika Imam Ahmad berkata " demikian dan demikian" adalah ahlu bid'ah, pasti luruh lah setiap ahlu bid'ah. Namun sekarang salafiyyah bagaikan rambut putih pada lembu yang hitam. Pondasi yang paling utama untukmu ialah membimbing ummat manusia, menyelamatkan mereka dari kesesatan, berlemah lembut kepada manusia, Jika Allah berkehendak, jamaah salafiyyah akan terus bertambah, dan kalian akan dimenangkan diatas semua ummat ini.
Pertanyaan.
Syaikh Rabi bin Hadi Al-Madkhaly ditanya : "Berkaitan dengan pengikut ahli bid'ah, apakah pada mereka berlaku boikot (tahdzir) ?"
Jawaban.
Satu hal yang berlaku untuk mereka sebenarnya adalah mengajari mereka, ikhwah, jangan terburu-buru, ajari mereka, dan jelaskan kepada mereka, sebenarnya banyak diantara mereka yang menginginkan kebaikan, bahkan kaum sufi sekalipun, Demi Allah jika ada usaha kuat dari salafiyyin dalam berdakwah, kamu akan melihat mereka akan mengikuti salafiyyah baik berkelompok ataupun perorangan dengan demikian, jangan menjadikan prinsipmu hanya untuk mentahdzir...tahdzir..... tahdzir, sehingga pondasi (dakwah) mu hanyalah tahdzir !, pondasi yang sebenarnya adalah mengajak dan mengajarkan kaum ini kedalam kebenaran, persoalan tahdzir ini kadangkala telah disalah fahami, jika kamu mentahdzir semua orang, lantas siapakah yang akan mengikuti sunnah ?..
Tahdzir yang demikian sesungguhnya berlaku di zaman Imam Ahmad, ketika ummat ini penuh dengan salafiyyin, sehingga ketika Imam Ahmad berkata " demikian dan demikian" adalah ahlu bid'ah, pasti luruh lah setiap ahlu bid'ah. Namun sekarang salafiyyah bagaikan rambut putih pada lembu yang hitam. Pondasi yang paling utama untukmu ialah membimbing ummat manusia, menyelamatkan mereka dari kesesatan, berlemah lembut kepada manusia, Jika Allah berkehendak, jamaah salafiyyah akan terus bertambah, dan kalian akan dimenangkan diatas semua ummat ini.
Pengajian Akbar [Karanganyar, 1-2 Januari 2011]
Pengajian Akbar di Karang Anyar (01-02/01/2011)
Hadirilah dengan mengharap ridlo Allah Ta'ala
Pengajian Akbar Islami Ilmiah
Kajian 01
Tema :Mengenal Manhaj Salaf
Bersama Al Ustadz Syafruddin, Jogjakarta
(Murid Syaikh Muqbil bin Hadi al Wadi'i, Yaman)
Kajian 02 :
Tema: Sabar Terhadap Bencana
Bersama Al Ustadz Qomar Su'aidi, Lc
(Alumnus Universitas Islam Madinah, Saudi Arabia)
Hadirilah dengan mengharap ridlo Allah Ta'ala
Pengajian Akbar Islami Ilmiah
Kajian 01
Tema :Mengenal Manhaj Salaf
Bersama Al Ustadz Syafruddin, Jogjakarta
(Murid Syaikh Muqbil bin Hadi al Wadi'i, Yaman)
Kajian 02 :
Tema: Sabar Terhadap Bencana
Bersama Al Ustadz Qomar Su'aidi, Lc
(Alumnus Universitas Islam Madinah, Saudi Arabia)


















